Baju Kotor

baju kotor

Setelah perjalanan panjang ke hyperm*rt untuk membeli cairan pemutih baycl*n, saya harus pulang dengan tangan hampa dan penuh rasa kecewa. Pasalnya, baycl*n yang dijual disana dibundling dengan bayg*n semprot yang ukurannya sangat teramat besar tak terkira, yang sepertinya kalo saya pake seumur hidup gakan habis habis. Akhirnya, daripada saya membeli barang yang tidak saya perlukan, jadilah saya tidak jadi membeli b*yclin itu.

——————

Kenapa saya ingin membeli bayclin? #mulai lelah dengan tanda ‘*’
Beberapa bulan ini saya sangat kesal karena beberapa asesoris saya (ga ketemu kata untuk mendeskripsikan baju dan sweater sekaligus, sehingga lahirlah kata ‘asesoris’..haha), jadi asesoris saya yang berwarna putih bersih indah berseri ternoda oleh segala macam paparan polusi, karat besi, kuah sate, dan berbagai annoying stuff lainnya. Menggantungkan harapan pada laundry hanya meghasilkan kekecewaan mendalam. Wangi, sangat wangi, tapi itu hanya tampak luar jauh saja, sedangkan tampak luar dekat, nodanya masih tetap bertahan tak tergoyahkan. Apalagi tampak dalamnya.

Ya, jadi, saya berniat mencuci sendiri pake bahan kimia sakti yang diberi branding baycl*n itu. Karena kalo liat iklannya sih (dan kalo ga salah dulu emang pernah mendengar bahasan bahan itu di kelas), si baycl*n ini bisa bikin asesoris jadi putih banget dan noda nodanya jadi hilang.

Tapi berhubung saya belum mendapatkannya, niat mencuci masih saya urungkan.
Si asesoris masih terlantar menunggu nasibnya.

Lama lama, kalo ga bisa dibersih2in juga, udah aja paling asesoris ini bakal saya pake kalo pas mau ke tempat yang bikin kotor aja sekalian…haha

———————

Nah tapi tapi tapi, saya jadi kepikiran sesuatu.
Kalo ibaratnya hati kita ini seperti asesoris yang putih itu, bersih awalnya.
Dosa-dosa akan membuat hati ternoda,
Awalnya pasti merasa menyesal dan bersalah.
Di titik ini jangan menyerah untuk berusaha membersihkannya.
Tidak gampang memang.
Musti bener2 telaten, dan perlu usaha lebih (sampe nyari bayclin segala)
Dan kalo, kalo kalo
Noda itu tidak dibersihkan,
Akan berlarut-larut.
Kecenderungan menganggap dosa itu sepele akan muncul.
Lama lama, akan terbiasa hidup bergelimang dosa, dan tidak merasa bersalah lagi (asesorisnya jadi biasa dipake ditempat kotor).
Sehingga hati kehilangan cahayanya, kusam jadinya.
Kyaa…

Na’udzubillah…

———————–

Baiklah kalau begitu, saya tidak akan menyerah mencari baycl*n… yosh….!!!!
Bertahanlah asesoris…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s