Mengasah Pedang, Belajar Bertarung, dan…

Orang bijak bilang, ilmu itu ibarat pedang. Harus terus diasah, kalo ngga ntar jadi tumpul.
Memang ada benarnya juga, eh, bener banget si sebenernya. Kalo yang udah kelamaan bermalas-malasan seperti saya ini, jadi kerasa banget dong-dong nya..heu..😥
Makanya, kita harus rajin dan sungguh sungguh mengasah pedang. Kan sayang, kalo kita udah dikasih pedang, tapi ga bisa diandalkan gara2 ga tajam ga pernah diasah. Kan sayang, kalo kita udah dikasih potensi berfikir, udah dikasih kesempatan sekolah tinggi-tinggi, tapi ga sungguh-sungguh dipake buat menimba ilmu..(ngomong ke diri sendiri inimah..heu)

Di layer kedua,
(Ada orang lebih bijak lagi yang bilang) kalopun kita punya pedang yang super tajam sekalipun, apa gunanya kalau tidak kita gunakan?
Ya kan? Buat apa pedang kita tajam, kalo kita ga bisa memakainya untuk bertarung, kita ga tahu cara bertarung dengan pedang. Buat apa juga kita super duper jago, tapi ilmu kita itu ga bisa dipake, ga bisa dirasakan oleh sekitar kita. Punya pedang yang tajam (i.e. pengetahuan yang luas dan mendalam) hanya akan menjadi kepuasan pribadi aja, sama bisa pamer-pameran dikit mungkin, tapi ia hanya akan kehilangan fungsinya.
Sebenarnya semua pedang itu mah bisa dimanfaatkan, tinggal kitanya aja, mau atau engga memanfaatkannya.

Di layer ketiga,
(Ada orang yang kayaknya ini lebih bijak lagi bilang) kalopun kita punya pedang yang tajam, dan kita tahu cara bertarung dan bisa bertarung menggunakan pedang itu, apa gunanya kalau kita tidak tahu di pihak mana kita, siapa yang harus kita bela, dan siapa musuh kita?
Yap, pada akhirnya, pedang dan cara bertarung itu (i.e. ilmu dan cara untuk memanfaatkannya itu) hanyalah tools, yang ga akan ada artinya kalau kita tidak tahu tujuan kita. Jangan jangan kita malah ngebunuh orang yang seharusnya adalah pihak kita sendiri karena kita ga tahu. Kan extra failed.
Makanya, kita jangan menghabiskan waktu hanya untuk mengasah pedang dan belajar bertarung saja, tapi kita juga perlu mengalokasikan waktu untuk mengenal dimana seharusnya kita berpihak, mana yang harus kita bela dan mana yang harus kita lawan.

Jadi?

** hasil obrolan bersama teman di perjalanan menuju lab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s