Angle of View – Pentingnya Tetap Berada di Range Tertentu

Berurusan dengan sudut ternyata memang butuh perhatian khusus. Setelah saya dibuli-buli oleh satuan sudut pada waktu mengerjakan ini, kali ini saya kembali dipermainkan oleh sudut, yaitu oleh range sudutnya.😦
Ketika saya melakukan simulasi suatu algoritma, ternyata ada kasus yang ngaconya parah banget. Kalo algoritma ini ditanamkan di pesawat buat secara otomatis terbang ke jakarta, wah  bisa2 udah sampe planet saturnus itu pesawatnya.. -__-”

Jadi, yang sangat perlu diingat itu adalah, sudut itu rangenya hanya 2pi, bisa dari -pi sampai pi, atau 0 sampai 2pi. Jangan lupakan ada batasan itu!!
Jadi, setiap habis ada operasi sudut, harus dipastikan lagi hasilnya masih di range itu.
Ada dua cara sederhana (yang kepikiran sama saya) buat ‘memaksa’ sudut berada di range itu (misal di range -pi sampai pi).
Yang pertama, selama sudutnya lebih besar dari range, kurangi terus dengan 2pi sampe masuk range nya, begitu pula sebaliknya, selama lebih kecil dari range, tambah terus dengan 2pi. Cara ini saya sebut naive solution, soalnya manusia banget cara mikirnya…haha
Yang kedua, dinormalisasi dengan persamaan sederhana gini
sudutnormal=arctan(sin(sudut)/cos(sudut))
Cara ini lumayan smart, tapi kayaknya lumayan di beban komputasinya soalnya banyak trigonometrinya, kalo pake komputer si ga apa apa, tapi kalo pake mikrokontroller 8bit, kayaknya musti mikir2 lagi deh.

———————-

Merenungi hal ini, saya jadi kepikiran, penting banget sesuatu itu tetap berada dalam ‘range’ atau batasan tertentu. Karena ketika keluar dari batasan itu, hanyalah kerusakan yang akan timbul. Manusia juga gitu kali ya.

Nah, masalahnya gimana bisa senantiasa berada di dalam ‘range’ itu kalo kita ga tau batas-batas ‘range’nya. Jangan2, selama ini merasa benar aja padahal ternyata udah keluar dari range itu.

Saya jadi inget perkataan salah seorang teman, yang bilang gini,
“Suatu kekonyolan jika kau tak pernah bimbingan TA, pas deadlinenya kau datang dengan jerih payahmu, tapi ternyata ga memenuhi spesifikasi yang diminta dosennya.
Suatu kekonyolan jika kau tidak pernah mempelajari/mencari tahu perintahNya, pas kau meninggal, kau datang dengan hasil jerih payahmu di dunia, tapi ternyata ga memenuhi spesifikasi dari Tuhanmu.”
Na’udzubillahi min dzalik..😥

Kyaa…ayoo belajar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s