Repulsive Force

Kalo ngebahas navigasi robot otomatis, biasanya ga lepas dengan yang namanya attractive force (gaya tarik) dan repulsive force (gaya tolak).
Attractive force biasanya dihasilkan dari goal atau tujuan robot, sedangkan repulsive force dihasilkan dari rintangan-rintangan (obstacle).
Meskipun hanya berupa aksi reaktif (ga pake mikir lama alias impulsif), tapi metode ini, yang lebih dikenal dengan nama metode potential field, bisa dikatakan cukup ampuh. Saya juga make konsep ginian di tesis saya😎

Tapi gimana kalo ternyata goalnya malah menghasilkan repulsive force ya?
Robotnya ga akan pernah bisa sampai ke tujuannya, yang ada malah semakin menjauh..

Aah…mana ada ceritanya seperti itu.. menyalahi kodrat itu namanya.

Yang ada, mungkin karena terlalu banyak obstacle disekitar goalnya, sehingga seolah-olah goalnya memberikan repulsive force.
Tapi pasti masih ada celah deh. Goal kan dibikin untuk dituju, ga mungkin ketutup 100% dong harusnya.
Kalo udah gini kejadiannya, musti lebih pintar melihat obstacle dan mengenali goal, jangan tertipu dan terjebak jadi bingung sendiri dan muter-muter ga jelas. Di saat seperti ini, aksi reaktif saja kadang tidak cukup, butuh yang namanya aksi deliberatif atau sederhananya pemikiran yang lebih serius, ga cuma impulsif.

duh..Ngomong apa toh nak…nak…

*kyaa, if you can understand what I really mean…😦
**galau banget sih ni anak😡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s