Green Tea

Kemarin, saya baru diajari cara formal upacara minum teh. Awalnya, saya pikir, upacara minum teh itu ya udah teh aja, tapi ternyata ada hal hal lain juga.
Selain teh yg disajikan dan diminum dengan cara yang, err, agak ngejelimet, di meja disediakan juga berbagai macam makanan ringan yg hampir semuanya rasanya sangat manis. Kata sensei yang membimbing saya, makanan ini berfungsi sebagai penawar rasa teh yang tawar atau mungkin justru sedikit pahit.
Saya jadi bertanya-tanya, yakalo mau gitu kenapa ga kasih gula aja teh nya sekalian -_-“.
Entahlah, tapi salah satu jawaban yang mungkin yang kepikiran sama saya, err, bisa jadi penambahan gula malah merusak prosesi pembuatan teh yang “sakral” itu. (cmiiw)
Kata senseinya juga, meminum teh ini, meskipun rasanya agak pahit, tapi sangat baik untuk kesehatan, dan bisa menghangatkan tubuh (kalo minumnya pas masih panas2 sih kayaknya).

Mungkin kehidupan ini juga gitu kali ya. Mungkin proses utama yg menempa diri kita rasanya pahit.
Tapi sebenarnya ada hal-hal manis yg terjadi sepanjang itu dan ada di sekitar kita.
Mungkin hal hal ringan yg sering kita abaikan, dan tidak kita sadari, tapi ia bisa menjadi penawar sehingga kita bisa terus melaju menjalani proses pahit yg menyehatkan itu dengan semangat.

*sotoy sih*

Btw, ini teh hasil racikan saya, kata sensei nya bagus, trus beliau tepuk-tepuk tangan gitu..😀

20131116-231610.jpg

5 thoughts on “Green Tea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s