Rekonstruksi Cahaya

reconstructing lightTiba-tiba saja tadi terfikir pembiasan cahaya. Kalo cahaya putih bisa dipecah jadi cahaya berwarna-warni seperti pelangi melalui prisma optik, apakah cahaya itu bisa kembali menjadi cahaya putih lagi?
Ternyata bisa!
Awalnya saya cuma berasumsi, tapi tadi nyari-nyari, dan ternyata dengan menggunakan prisma optik lagi, dengan sudut datang yang tepat dan cahaya yang lengkap, cahaya putihnya ternyata bisa direkonstruksi lagi. Konon hal ini dahulu kala dilakukan oleh Newton. (http://www.thestargarden.co.uk/NewtonAndLight.html)

Ya, tapi rekonstruksi ini bukan hal yang mudah sepertinya. Cahayanya harus lengkap, sudutnya harus benar. Wah repot kan.
Bagaimana kalau misalnya, saya berada di wilayah cahaya merah, dan melihat cahaya biru hanya dari kejauhan, apakah saya akan menganggap bahwa cahaya biru diujung sana berasal dari asal yang sama? Belum tentu, mungkin tergantung seberapa merah saya. Ekstrimnya, bisa jadi saya malah membuat filter cahaya biru, sehingga biru akan otomatis tertolak begitu saja.
Atau ketika saya baru punya cahaya merah dan hijau, apakah itu sudah cukup bagi saya untuk bisa melihat cahaya putih yang asli? Belum juga sepertinya.
Dengan sabar, saya harus terus berusaha mengumpulkan gelombang-gelombang cahaya, dengan hati terbuka, sudut yang tepat, sehingga suatu saat saya bisa merefleksikan cahaya putih seperti aslinya.

Tapi tunggu, semua itu masih pada kasus ideal, dimana tidak ada gelombang-gelombang pengacau. Cahaya mejikuhibiniu nya masih berupa representasi berbeda saja dari cahaya putih aslinya yang masih dalam koridor yang dibenarkan(?). Bagaimana kalau sedemikian rupa cahaya-cahaya itu sudah bercampur dengan noise? Tentu akan jauh lebih repot lagi.

————–

Sebenarnya ini hanya analogi yang saya coba karang-karang ketika disodorkan suatu kasus.
Tapi tadi saya juga diingatkan, untuk hati-hati dalam membuat analogi. Hati-hati terjebak di imajinasi kita tentang hal-hal yang kita misalkan. Karena belum tentu analoginya bisa merepresentasikan keadaan sebenarnya secara utuh. Bisa jadi karena mengambil kesimpulannya dari analogi malah bisa jadi salah di kasus nyatanya, karena ternyata tidak relevan lagi. Apalagi analogi yang hanya karangan manusia, well, dan apalagi cuma saya.
Iya, benar sekali. Semoga dapat diambil yang benarnya saja.๐Ÿ˜€

Image taken from : http://1.bp.blogspot.com/-RQgZWHqenW0/Ub9CpvHEqRI/AAAAAAAAAgA/-MVMx3lOkZM/s1600/prism+rainbow+light+of+christ.jpg
————-

ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃู†ุฒู„ ุนู„ูŠูƒ ุงู„ูƒุชุงุจ ู…ู†ู‡ ุขูŠุงุช ู…ุญูƒู…ุงุช ู‡ู† ุฃู… ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุฃุฎุฑ ู…ุชุดุงุจู‡ุงุช ูุฃู…ุง ุงู„ุฐูŠู† ููŠ ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ุฒูŠุบ ููŠุชุจุนูˆู† ู…ุง ุชุดุงุจู‡ ู…ู†ู‡ ุงุจุชุบุงุก ุงู„ูุชู†ุฉ ูˆุงุจุชุบุงุก ุชุฃูˆูŠู„ู‡ ูˆู…ุง ูŠุนู„ู… ุชุฃูˆูŠู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุฑุงุณุฎูˆู† ููŠ ุงู„ุนู„ู…
ูŠู‚ูˆู„ูˆู† ุขู…ู†ุง ุจู‡ ูƒู„ ู…ู† ุนู†ุฏ ุฑุจู†ุง ูˆู…ุง ูŠุฐูƒุฑ ุฅู„ุง ุฃูˆู„ูˆุง ุงู„ุฃู„ุจุงุจ

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
(Ali Imran ayat 7)

9 thoughts on “Rekonstruksi Cahaya

  1. Sebenernya agak bingung ama analoginya. Mksdnya maneh berada di cahaya merah itu gmn ad?
    kalo mau balikin jadi putih lagi, harusnya dia bisa melihat secara general dari atas. Susah emang kalo si subjek yang mau mengembalikan itu berada di, atau merupakan salah satu objek satu warna dari tujuh tadi. hahaa.. *ngomong apa sih gueh, bingung sndiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s