Merebus Telur

telurDari dulu, sebenarnya saya sangat suka dengan hal-hal berbau masak-memasak.
Saya pernah sangat suka dengan film kartun cina yang mengangkat tema masak-masakan (tapi saya lupa namanya), yang ceritanya ada koki muda yang mengumpulkan 7 alat masak legendaris.
Begitu pula dengan realiti show masak-memasak. Bahkan, dulu ketika salah seorang temen kosan saya berlangganan tv kabel, saya seringkali “menjajah” tv nya kalau program reality show yang mengangkat tema ini sedang tayang, sebut saja Master chef, Hell Kitchen, Top Chef, dll (cuma inget 3 itu sih).

Tapi entah kenapa saya hanya suka acara memasak yang sudah level “ekspert” seperti itu, jadi kalo untuk acara demo masak (yang tayang setiap minggu pagi(?) itu), saya tidak begitu tertarik (kalau ini kakak saya yang biasanya suka ngikutin).
Saya sempat berfikir, mungkin memang bakat dan passion saya di bidang masak-memasak seperti ini. Dan bahkan mungkin saya bisa sambilan jadi chef beneran kelak..😎

Tapi, well, heu, kenyataan kadang tak seindah apa yang kita bayangkan.
Intinya, saya sepertinya memang tidak terlahir dengan bakat memasak, walaupun saya masih suka memasak dan terlibat dalam proses masak memasak, tapi, well, yasudahlah, tak usah dibahas.😦

Back to topik, yang mau saya ceritakan disini adalah tentang merebus telur. Ya, saya tahu banyak orang meremehkan pekerjaan ini, karena dianggap sangat mudah. Tapi percayalah, masih ada kok orang di dunia ini yang gagal merebus telur. Setidaknya saya baru menyaksikannya, err, mengalaminya mungkin lebih tepatnya.
*sekarang ngerti kan kenapa saya menyerah dengan impian saya menjadi chef

Tadi saya baru saja merebus dua telur untuk bereksperimen membuat sushi telur rebus (entah apa yg ada di pikiran saya😕 ). Sayangnya, hanya satu telur yang berhasil.
Kegagalan ini membuat saya mencari tahu kesana kemari tentang perkara merebus telur, dan berikut yang bisa saya simpulkan :
1. Merebus telur adalah perkara manajemen waktu. Sebenarnya saya tidak melihat adanya masalah kalau merebus telur terlalu lama, tapi katanya ini, kalau terlalu lama direbus, kuning telur bisa berubah menjadi hijau. Kalau terlalu sebentar, inimah udah yudonsei, tapi justru disinilah saya sering gagalnya. Waktu yang tepat (katanya) 15 menit.
2. Kalau ragu-ragu, cara mengetahui apakah telur yang direbus sudah matang atau belum adalah dengan memutar telur pada sumbu vertikalnya. Kalau telur berputar dengan stabil artinya telur sudah matang.
*tapi sebenarnya saya masih termakan doktrin kalau tidak boleh memutar-mutar makanan, karena nanti pusing pas makannya🙄
3. Kalau ingin kuning telur tepat berada di tengah, aduk-aduk telur kerika direbus.

Mungkin itu dulu tips nya, semoga saya tidak fail lagi ketika merebus telur.

Image taken from : http://1.bp.blogspot.com/-djkIA152RiA/UYUN1oD1EUI/AAAAAAAABXQ/ZtTmLQWH3Is/s1600/67742621.jpg

11 thoughts on “Merebus Telur

    • hehe, kompleks mbak..😕
      sebenarnya semua berawal dari kurang mateng, jadi pas buka cangkangnya berantakan, pas liat kuningnya juga masih cair2 gimanaa gitu..😡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s