Terngiang

masih terngiang, ditelingakuu~~

*udah lama ga posting, sekalinya posting malah dangdutan -__-”
**cukup, cukup, kembali ke topik
*lha kan topiknya emang dangdutan
**nah lho?
*apacoba*

jadi ceritanya, tadi saya diceritain temen saya tentang cerita temennya (duh udah panjang gini sanad nya, perawi nya bisa dipercaya ga ya..hehe)
tentang gimana temennya dia itu memaknai kelalaian, dan entahkenapa jadi terngiang2 terus di saya. Mungkin karena *jleb* gitu kali ya.

Tentang lalai shalat, misalnya bangun kesiangan trus jadi telat shalat subuh. Kalo umumnya kan, (setelah segera shalat), merasa menyesal, minta ampun, trus kalopun evaluasi paling ya menyalahkan alarm yg lupa dipasang, ato kenapa tidurnya kemaleman, dan hal-hal semacamnya. Atau bahkan udah cuma merasa yaudahlahya mau gimana lagi dan menganggapnya sesuatu yg biasa karena udah saking seringnya (na’udzubillah min dzalik) >.<

dari ceritanya temen saya, temennya ini introspeksinya lebih dalam lagi untuk kasus kayak gini.
*duh mungkin saya ga bisa dapet feel nya deh kalo nyeritain, mengingat dari hasil personality test saya, salah satu karakter saya adalah
"While **** are good at understanding the emotions, they often struggle to express their own feelings. Rather than share their feelings, they may bottle them up, sometimes to the point that negative feelings toward other people can result. "
*terus jadi pembenaran ~_~

bektutopik, nah, jadi kalo dia ketika terjerumus di kelalaian seperti ini mikirnya jadi kayak, dosa apa yg dia buat sampe Allah membiarkan dia miss shalat subuh nya. Kan ibaratnya shalat itu kayak "meeting" kita dengan Allah, jadi kenapa sampe Allah ibaratnya "ga mau ketemu" sama dia.๐Ÿ˜ฅ
somehow saya merasa ini super jleb banget, dan ngerasa *apa ya* sensitifitas saya kemana aja??
maksudnya apa ya, *duh bingung ngungkapinnya*, ……………

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฒูุบู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู† ู„ู‘ูŽุฏูู†ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ู‘ูŽุงุจู

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".
Ali Imran ayat 8

๐Ÿ˜ฅ

One thought on “Terngiang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s