Trip Kansai – Part 2 : Nagoya

IMG_3372
Part 0 : Itinerary

Part 1 : Introduction dan ulang tahun kaisar
Part 2 : Fuji dan Nagoya
Part 3 : Kyoto
Part 4 : Kobe dan Osaka
Part 5 : Evaluasi

Part 2 Summary :
Rumah -> Gunung Fuji -> Nagoya Eki -> Nagoya city science museum -> Nagoya Castle -> Kyoto

——

Yak, lupakan pak kaisar, kembali ke main topik.
Kami berangkat dari rumah saya jam 6 pagi.
Pake tiket yg namanya 18kippu. Jadi ini tiket free pass selama 5 hari bebas naik kereta JR lokal. Tiketnya bisa dibagi2, dan ga harus berturut2 juga dipakenya. Kami beli satu tiket ini untuk berdua (untuk dipake 2 hari, 1 tiket sisa gatau mau diapain). Harganya 11.850¥ total.

Berangkat pagi-pagi buta gini membuka mata kami tentang kredibilitas orang jepang. Kereta penuh sama orang dgn setelan kerja. turun kereta, mereka lari-larian mengejar kereta berikutnya. Terus saya kayak “Selow mbak mas, baru jam 6 pagi mereun..” haha..

Pas kereta kita udah keluar dari “perkotaan”, baru deh mulai sepi, dan kita bisa duduk leyeh leyeh dan menikmati pemandangan laut lepas (keretanya lewat pinggiran pantai gitu, kereen >.<)

Berangkat dengan tiket 18kippu ini perlu perencanaan yang baik dan kesigapan dalam eksekusinya. Karena tidak semua kereta bisa kita naiki, rutenya jadi harus direncanakan dengan baik. Bisa pake web ini untuk mencarinya, pastikan pake opsi 18kippu.
Saat perjalanan pun juga harus sangat sigap. Kita akan transfer kereta berkali kali. Perhatikan waktu yg kita punya untuk transfer, dan waktu keberangkatan kereta. Setiap turun stasiun untuk ganti kereta, harus langsung tanggap melihat petunjuk dimana kereta tujuan kita. Ketinggalan satu kereta saja bisa mendelay perjalanan kita dengan signifikan, karena keretanya tidak sesering di pusat2 kota.

Tadi saya nyaris ketinggalan kereta di stasiun numazu karena kurang sigap padahal cuma punya waktu 3 menit. Untungnya keretanya berangkatnya telat dikit (ato emang sengaja nungguin kita ya :”> )

Gunung Fuji
Sejujurnya dan sesungguhnya ini tidak ada di itinerary kita, tapi berhubung pas di kereta (sktr jam 9 kurang) tiba2 ngeliat gunung fuji jelas banget dengan cuaca yg sangat cerah, secara impulsif kita turun di stasiun fuji. Karena kayak sayang banget gitu lho ngelewatin kesempatan bagus gini. Yaudah akhirnya kita turun bentar buat foto-foto.

Nyari spot foto pas diluar ternyata susah, ga kayak di kereta dimana gunung fujinya terlihat jelas, pas diluar kehalang semua sama gedung2😥
Kita jalan terus mendekati gunung dengan penuh harap bisa “get rid of these buildings”. setelah 15 menitan jalan kaki akhirnya nemu jembatan penyebrangan yg lumayan bagus untuk spot foto.
388151961
Puas foto2, kita langsung balik ke stasiun. Ngecek rute kereta lagi, sepertinya kita bakal sampe nagoya telat satu jam dari plan awal. Tapi, sangat worth it kok..hehe..

Oiya, kebanyakan kereta yg saya naikin susunan kursinya ga kayak kereta dalam kota yg kursinya di sepanjang kiri dan kanan kereta (padahal saya udah bersiap dengan kemungkinan ini). Ternyata susunan kursinya kayak dalem bis, jadi enak banget😀

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/a1e/41553094/files/2014/12/img_4787.jpg

Sampai di Nagoya
Jam 2 kurang dikit, kita sampai di nagoya. Ada 3 bangunan yg langsung terlihat mencolok pas keluar stasiun : menara kembar gedung stasiunnya, kerucut besi, sama bangunan yg kayak tabung dipelintir yg kayaknya adalah mall (cmiiw).

388169773

Kita langsung menuju science museum, jalan kaki. Lumayan jauh si, sekitar 25 menitan. Oiya, di perjalanan kita sempat ngeliat warnet yg paket malamnya 1580¥ (8jam) sama tempat karouke yg paket malamnya 900¥ (sampe 5.30).

Di science museum ini ada planetarium yg katanya terbesar di dunia (ngeri ga situh). Kayaknya di dalem bola segede gaban itu deh. Kita pun tadi sibuk bereksperimen macam2 dengan si bola dengan tingkat kreativitas tak terbatas (plus gatau malu..😆 ).
388161274
Puas menjelajah (baca: ngalay) di science museum, kita menuju nagoya castle, jalan kaki lagi, 20 menitan lagi. Sebenernya plan kita awalnya mampir ke sakae dulu, tapi mengingat waktu yg udah molor, jadi di skip deh.

Sampe nagoya castle, ternyata udah mau tutup (tutupnya jam 16.30). Tapi emang kita niatnya liat2 dari luar aja si, gede castle nya. Dan kayak castle2 di jepang lainnya di sekelilingnya ada benteng gemuk plus parit yg dalam dan lebar.
388176258
Karena kaki udah kapalan, akhirnya untuk balik lagi ke stasiun kita naik bus aja. Jadi ada bus wisata gitu, yg tempat stopnya di tempat2 wisata utama di nagoya. Sekali naik harganya 210¥, kalo all day pass 500¥, kalo emang niat (dan ada waktu) muter2in nagoya, mending pake all day pas ini. Cuma frekuensi bus nya ga sering2 bgt si, tiap jam cuma sekitar 2 kali.
daan, tibalah saatnya mengucapkan baibai ke nagoya. Berangkat ke tujuan berikutnya : Kyoto

Jam 6 teng kami bertolak dari nagoya ke kyoto.
Daaan, penuh buanget keretanya. Padahal kita harus berada di kereta ini 70 menit. Udah hopeless bgt ngebayangin bakalan berdiri dempet2an selama sejam lebih. Tapi udah kepalang tanggung ga punya pilihan lain yaudahlah ya jalanin aja.

Ternyata oh ternyata, setelah 20 menit berselang, banyak banget orang turun, kereta pun jadi lengang, dan kami bisa duduk dengan bahagia🙂
Jadi pelajarannya adalah, setelah kesulitan itu ada kemudahan kawan..😉

Kami pun sampai di kyoto, dan bergegas ke penginapan menggunakan bus. Penginapan yg kami pesan deket banget dengan bus stop nya, sekitar 2 menit jalan kaki.

Penginapan
Kami menginap di Santiago Guest House. Per malamnya per orang hanya 1500¥ (desember 2014). Lokasi penginapan ini sangat dekat dengan kuil kiyomizudera yg sangat terkenal itu.
Ruangannya ga kayak hotel2 biasa memang, satu kamar kapasitasnya 12 orang. Ada 6 tempat tidur dua tingkat tersusun di kamar. Tapi masing-masing tempat tidur ada tirai nya, jadi privasi cukup terjaga. di tempat tidur juga ada lampu dan colokan.
Toilet, wastafel dan shower, ada di luar kamar, dipakai bersama, tapi SANGAT BERSIH DAN TERAWAT. Showernya juga sendiri2 dan tertutup bgt kok, dan free. Free wifi, free locker tersedia (mengingat di kamar lebih baik tidak menyimpan barang2 berharga), common PC juga ada (dan kita make ruangannya buat sholat subuh), terus common kulkas dan microwave juga ada. Secara keseluruhan, saya sangat suka penginapan ini, meskipun murah, tapi fasilitasnya lengkap, bersih, dan terawat, kayak di hotel2 yg bagus. Kalo untuk para bujang dan petualang, sangat recommended, tapi kalo bawa keluarga, kudu pikir2 lagi si, mengingat ramainya orang di kamar dan kamar mandi yg diluar, mending hotel beneran aja sepertinya.

—-

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/a1e/41553094/files/2014/12/img_5152.jpg

5 thoughts on “Trip Kansai – Part 2 : Nagoya

  1. Pingback: Trip #1 – Part 3 : Kyoto | an afterthought

  2. Pingback: Trip Kansai – Part 4 : Kobe – Osaka | an afterthought

  3. Pingback: Trip Kansai – Part 1 : Introduction | an afterthought

  4. Pingback: Trip Kansai – Part 5 : Evaluasi | an afterthought

  5. Pingback: Itinerary (Trip Kansai – Part 0) | an afterthought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s