Trip Kansai – Part 5 : Evaluasi

IMG_4730
Part 0 : Itinerary

Part 1 : Introduction dan ulang tahun kaisar
Part 2 : Fuji dan Nagoya
Part 3 : Kyoto
Part 4 : Kobe dan Osaka
Part 5 : Evaluasi

Haha keren juga nih sekuel tulisan saya kali ini, sampe ada evaluasinya segala😆
padahal ga pernah-pernahnya nulis seserius ini (yakin lo kayak gini serius?), apa emang saya ditakdirkan untuk jalan-jalan terus ya *maunya*

Nah, sekarang saya mau ngebahas kenyataan-kenyataan yang kami hadapi selama perjalanan ini (halah), kesesuaian dengan plan yang ada, tips dan trik kami dalam menghemat anggaran, dan kesan pesan (duh ini part ngomongin kesan pesan ini biasanya bagian yang paling saya ga suka dimana2, but, lets try)

Target awal untuk anggaran adalah dibawah 15.000 yen, daaan kami berhasil (dengan total pengeluaran 13.852yen per orang)…horrayyy!!
To be noted, ini anggaran total lho ya, masuk makan, jajan, akomodasi, transportasi, semuanya. Satu-satunya komponen yang tidak kami masukkan kesini adalah oleh-oleh, karena kalo ini kan costumized bgt, bisa beda-beda tiap orang, di rentang yang jauh banget. Saya menghabiskan sekitar 2000yen buat oleh-oleh kemarin. Dan ini tergantung juga beli oleh2nya apa dan dimana. Kalo di kyoto, oleh-oleh yang kyoto banget misalnya yatsuhashi (katanya), harganya sekitar 500-1000yen.
Kalo diperhatiin disini, kunci kesuksesan kami dalam meminimalisir anggaran adalah planning transportasi, pemilihan penginapan yang oke dan murah, manajemen konsumsi, dan wisata murah bahagia (apacoba ini..haha).

Transportasi
Menggunakan tiket 18kippu ini emang super ekonomis banget. Bayangin aja selama sehari full kita bisa bebas berpetualang seantero jepang dengan harga 2370 yen. Memang ada tradeoff waktu, kenyamanan, dan sedikit keribetan seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya, tapi kalo kita jalan-jalannya bersama orang-orang yang sevisi, niscaya semuanya akan berubah menjadi sangat menyenangkan🙂 .
Walaupun sudah murah, tapi tak cukup sampai disitu, kami berusaha memaksimalkan semaksimal-maksimalnya penggunaan tiket 18kippu ini. Perhatiin aja pas kami make tiket ini, selain untuk pergi dan pulang, kami juga manfaatin buat mengunjungi spot yang super jauh-jauh, yang tersebar di kota yang berbeda-beda, mumpung freepass soalnya. Dan saat kami ga pake tiket ini (hari ke 2), kami berdiam di satu kota saja yang paling banyak spot wisata kerennya (kyoto).

Pemilihan penginapan
Ada beberapa opsi untuk mendapatkan penginapan yang murah banget.
1. Gratis
Kalo mau gratis dan nyaman, menginaplah di rumah teman yang tinggal di sana..haha.. sayangnya opsi ini ga selalu available. Dan kalo saya cenderung lebih prefer cari tempat penginapan sendiri, kecuali kalo emang ada teman deket banget disana.
Opsi gratis lainnya adalah menginap di restoran 24jam (mungkin ga gratis2 banget lah ya, kudu makan soalnya, sekalian sama makan malam aja, ato sekedar beli minum), misalnya McD, seperti yang pernah saya dengar. Cuma yaa, harus sedikit mengorbankan kenyamanan si, dan ga bisa mandi juga..hahaha
2. Low cost
Yang murah banget tapi ga gitu nyaman (mungkin), opsinya adalah warnet atau tempat karaoke. Biasanya tersedia paket malamnya di kisaran 800-1500yen. Tempat karaoke mungkin akan relatif lebih nyaman karena biasanya ada sofa, tapi gatau ada shower apa ngga. Kalo di warnet, kebanyakan yang saya survey, menyediakan shower, jadi bisa mandi juga.
Kalo mau yang lebih nyaman (tapi harganya mungkin agak mahal dikit), carilah hostel atau guesthouse, pokoknya penginpan untuk para backpacker. Bisa cari di hostelworld misalnya. Pastikan membaca review hotelnya, karena akan selalu ada trade off untuk harga yang murah. Di kyoto kemarin, saya menginap di Santiago Guest House, yang sangat murah (hanya 1500yen permalam) dan highly recommended dari berbagai aspek : lokasi, kebersihan, privasi, kenyamanan, dsb.

Konsumsi
Salah satu sumber utama pembengkakan cost biasanya adalah konsumsi. Di trip ini kami sebisa mungkin memangkas itu.
Untuk sarapan, kami biasanya membeli nasi jadi (yang tinggal di microwave), salad, dan suwir2 salmon di kombini (minimarket) malam sebelumnya. Dan ini hemat banget, paling cuma abis 200-300yen.
Untuk makan siang dan makan malam juga kadang-kadang kami melakukan hal yang sama, atau membeli mie instan (untungnya ada satu jenis mie instan yang tidak mengandung bahan2 haram yg tersedia di kombini).
Kalaupun makan di restoran, kami memilih restoran kampus (yang murah banget dan tetep enak, dan biasanya ada menu halalnya untuk kampus2 besar), atau restoran standar lainnya, tidak di restoran2 mewah berkelas (yaiyalah lopikir). Oiya satu hal lagi, kemana-mana kami selalu membawa roti/onigiri untuk pengganjal perut dan air minum biar ga dehidrasi, karena jam makan akan bergeser sedikit-sedikit untuk memaksimalkan petualangan..haha😀

Wisata murah bahagia
Beberapa tempat wisata ada admission fee nya yang kadang mahal buanget. Kami sebisa mungkin memilih wisata gratisan, atau kalopun harus bayar, kudu yang bener2 worth it dan ga terlalu mahal, misalnya kayak kinkakuji, ini worth it banget seharga 400yen. Untuk tempat-tempat lain, yang bayar mahal, either kami lewatkan ato sekedar liat2 dari luar aja..haha, kayak planetariumnya science museum (800yen), apalagi universal studio (6000yen, alamak).
Dan kadang wisata itu ga sekedar perkara tempat bagusnya, tapi dengan siapa kita disana (eciyee), makanya, pergi dengan teman sevisi itu penting banget. Kalo saya pribadi ga terlalu suka wisata grup dengan orang-orang tak dikenal yang ada tourguide nya dan terkonsep rapi gitu gitu. Lebih suka wisata nyasar-nyasar tapi dengan teman-teman dekat :))
Kayak trip ini, ato trip sumbang di malaysia dulu (hahaha, kocak banget kalo diinget2), hontouni tanoshikatta.

Kesesuaian dengan plan awal
Kalo dibandingin dengan plan awal, emang ada cukup banyak modifikasi dan pengurangan dan tambahan tujuan tempat. Ternyata dunia nyata tidak sesimple bayangan kita. Jalan 30 menit di plan bisa jadi satu jam karena nyasar2nya, ato jajan-jajan nya, dan sebagainya..haha. Yang berubah banget mungkin plan hari kedua yang awalnya direncanakan udah pindah ke osaka, ternyata akhirnya diputuskan muter2 di kyoto aja, karena banyak banget tempat menarik, dan udah pewe sama penginapannya. Akhirnya memang daerah osaka dan kobe hanya tereksplore seadanya saja. Tapi secara garis besar, 4 kota (plus 1 desa fuji) berhasil terjelajahi dengan bahagia🙂

Kesan pesan
duh, beneran deh, paling awkward kalo diminta ngomongin ini. Jadi gajadi ajadeh..hahaha *php*

Closing Statement
Alhamdulillah🙂

5 thoughts on “Trip Kansai – Part 5 : Evaluasi

  1. Pingback: Trip Kansai – Part 3 : Kyoto | an afterthought

  2. Pingback: Trip Kansai – Part 4 : Kobe – Osaka | an afterthought

  3. Pingback: Itinerary (Trip Kansai – Part 0) | an afterthought

  4. Pingback: Trip Kansai – Part 2 : Nagoya | an afterthought

  5. Pingback: Trip Kansai – Part 1 : Introduction | an afterthought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s