Waktu

Photo 2015-01-01 14 32 33

Seharian ini full saya hanya berdiam diri di rumah, bermalas-malasan. Cuma menyaksikan lewat jendela serbuk-serbuk salju mulai turun. Memang tidak seberapa banyak, tapi cukup untuk memutihkan dedaunan di taman belakang kamar saya.
Hari ini, tahun berganti. Banyak yang bergembira, begitu banyak event, mulai dari kembang api, menyusun resolusi, istighosah, kirim mengirim postcard, diskon besar-besaran, kumpul-kumpul, countdown, berdoa di kuil, melihat sunrise pertama, dan lain sebagainya.
Tapi entah kenapa saya malah memulai hari ini dengan tidak begitu fit. Sedikit sakit tenggorokan, ditambah perasaan gundah gulana yang entah datang dari mana. Entah karena kemarin saya terlalu lelah setelah pergi dari pagi-pagi buta sampai larut malam, atau karena apa saya juga tidak tahu. Hari ini saya merasa begitu futur, malas, dan tidak bersemangat melakukan apapun. Bahkan ketika ada yang mengajak ini dan itu, saya tetap saja tidak bersemangat untuk melakukan apa-apa.
Tapi Allah Maha Tahu. Di saat-saat seperti ini, saya merasa Allah seperti membangunkan saya dengan cara-Nya.
Saya menelpon orang tua saya beberapa kali, tidak diangkat. Beberapa jam kemudian, saya coba telpon lagi, dijawab, dan saya dikejutkan dengan kabar duka. Salah seorang kerabat saya disana (saya biasa memanggilnya pak wo = paman), meninggal dunia siang ini.😥
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semua dari Allah dan akan kembali padaNya.
Beliau orang yang luar biasa berjasa bagi keluarga saya, dan bagi saya. Seringkali saya merasa beliau lebih mengutamakan kami dibandingkan dirinya sendiri, dibandingkan keluarganya sendiri. Orang yang selalu ada ketika kami kesulitan, yang selalu mendukung, mengingatkan, dan mengajak dalam kebaikan.😥
اللهم اغْفِرْ لَهُ
وارْحَمهُ
وعافِهِ واعفُ عنه
وأَكْرِمْ نُزولَهُ
ووسِّعْ مَدخلَهُ
واغْسِلْهُ بِماءٍ وثَلْج وبَرَدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما يُنَقَي الثَوبُ الأَبْيَضُ مِنِ الدَنَسِ
وأَبْدِلْهُ دارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ
وأَهْلًا خَيْراً من أهلِهِ
وَزَوْجًا خَيْراً مِن زَوْجِهِ
وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وعَذَابَ النارِ

Aamiin..

Waktu kita hidup di dunia ini terbatas, dan kita tidak tahu entah sampai kapan. Saya tidak tahu kapan ajal saya, tapi yang jelas, ketika ajal itu telah tiba, tidak ada lagi yang bisa saya perbuat, tidak ada yang namanya “deadline extension” seperti pada conference/paper submission.
Thus, apakah saya masih punya waktu untuk dibuang-buang begitu saja dalam kesia-sia an?

وأنفقوا من ما رزقناكم من قبل أن يأتي أحدكم الموت فيقول رب لولا أخرتني إلى أجل قريب فأصدق وأكن من الصالحين
ولن يؤخر الله نفسا إذا جاء أجلها والله خبير بما تعملون

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?”
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Al Munafiqun 10-11)

One thought on “Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s