Emosi

Dulu saya pernah post tentang emoticon di wordpress (walaupun cuma ambil comot dari situs resminya wordpress si). Saya emang suka make emoticon2 gini kalo lagi komunikasi via teks, ato kalo di Line namanya sticker. Picture speaks thousand words ceunah..hehe (walopun jadi sering lama gara2 bingung milih emot yang pas😛 )

Tapi sekarang saya ga pengen ngebahas itu si sebenernya, cuma tadi pas nulis judul tetiba terlintas istilah emoticon aja..hehe. Ini lagi pengen nulis buat ngingetin diri sendiri biar bisa jaga emosi.

Dulu sering kepikirannya kalo emosi kan kayak yang gebrak-gebrak meja, banting tipi, mukul orang, ato aksi2 radikal lainnya yang beringas dan serem2 (ato ngga juga ya?).
Ngga kok, insya Allah saya ga sampe segitunya walopun lagi kesel banget juga, lebih milih stay away (dengan hati nyesek) ato kalo udah kesel banget paling konfrontasi kata-kata si (dengan hati makin nyesek)..haha double feil.

Kenapa bisa emosi? (eh tapi kalo emosi ga melulu negatif ya istilahnya, hmm, kesel kali ya? *salah judul deh*)
Biasanya karena sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Iya manusia emang egois pisan, mikirnya cuma diri sendiri (saya aja kali ya..heu).
Kayak misalnya nyobain simulasi tapi gagal terus, ato pas ketemu advisor separoh kerjaan kita dianggap ga berguna (naha tentang riset semua ini), ato kesel dengan tingkah laku orang ke kita, ato kesel sama diri sendiri karna gampang banget kesel (keselception @.@)

Terus, apa yang harus kita lakukan?
Dari beberapa sumber yang saya eksplor, ini sedikit kesimpulannya (cmiiw):
1. Tindakan preventif tetep lebih baik
utamakan husnuzhan (berprasangka baik), berprasangka baik dengan Allah, berprasangka baik dengan manusia. Baru baca ada bilang kalau kita kudu cari 70 udzur ketika ngeliat orang lain melakukan sesuatu yang ga kita suka, kalo ga bisa, yakini aja dia punya udzur yang kita gatau.
2. Sadari semua yang di dunia ini ga kekal, inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un
3. Ikhlas (edan ini berat banget), lakukan semuanya karena Allah, yakinlah Allah Maha Tahu Maha Bijaksana, dan ganjaran yang sebenarnya dari Allah
4. Memaafkan, walaupun memang dibenarkan ngebalas dengan yang setimpal, tapi memaafkan tetap lebih baik
*poin-poin ini disarikan dari QS As Syuura ayat 36-43

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

Nah itu lebih ke tindakan hati kan sebenernya (kecuali yang ngebalas si). Untuk tindakan praktisnya buat meredam emosi yang terlanjur meletup-letup:
1. Ta’awudz
Nabi menyatakan: Aku sungguh tahu suatu kalimat yang bisa menghilangkan (perasaan marahnya): A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim)
2. Diam
Jika engkau marah, diamlah (H.R al-Bukhari)
3. Berdiri -> duduk, duduk -> berbaring. (ada yang mengatakan dianjurkan berwudhu dan shalat 2 rakaat juga)
Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk. Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring (H.R Abu Dawud)
4. Perbanyak istighfar

Heu, ayo jangan gampang kesel lagi!!

3 thoughts on “Emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s