Trip Barat Laut – Part 2 : Niigata

Tulisan ini merupakan bagian kedua dari sekuel trip barat laut. Untuk episode lainnya : Part 1, Part 3

Hari kedua rencananya memang kami alokasikan untuk berkeliling di niigata. Ada 6 tempat utama yang masuk itinerary yang kami pilih-pilih dari info di web ini, tapi kami hanya berhasil mengunjungi 4 saja (lumayan lah ya, 67%). Gabisa dapet semuanya karna lumayan molor sana sini, dan juga mulai sore cuaca udah ga bersahabat : hujan plus angin kencang. Oh iya, saat itu, niigata belum turun salju. Salju baru turun di hari kepulangan kami.

Bandai Bridge
20151230_140414000_iOS
Karena terlalu nyaman dengan internet cafe (dan masih pengen memaksimalkan drink bar nya..haha), jadilah kami sepakat untuk mengundur sedikit jadwal start sekitar 1 jam an. Kami baru keluar jam 8 lebih dan langsung menuju tempat terdekat : Jembatan bandai (bukan bulumata anti bandai😛 ). Jembatan ini merupakan salah satu landmark terkenal di niigata, dari situ juga bisa keliatan gedung kotak yang tinggi banget : toki messe. Berjalan menyusuri sungai yang dipotong oleh jembatan ini juga “relaxing” banget. Kalo ke niigata, sempetin lah mampir ke jembatan ini. Cuma 15 menit jalan kaki dari niigata station

Hakusan Park
20151230_141152000_iOS
Dari jembatan yang kece bandai (apasih ad), kami beranjak ke hakusan park dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Tadinya galau, mau ke hakusan park dulu atau ke nishikaigan park (pantai) dulu. Tapi setelah dipikir-pikir, kayaknya pantai kerennya pas sunset deh (mengingat pantainya ada di sebelah barat). Akhirnya kami ke Hakusan park dulu aja (tapi ternyata sore2nya ujan badai jadi kita batalkan niatan sunsetan di pantai yang dekat jembatan bandai karena badai *ad, udah ad!*). Di hakusan park, terdapat macem-macem gedung, track melingker-lingker yang aneh entah buat apa, stadium gede, shrine (ketemu juga sama shrine..wkwkwk), sama taman dengan danau yang kece. Setiap tanaman2 kecil di taman ini udah diiket-iket pake tali, rapi banget, kirain mau ada festival. Belakangan baru kami tau, itu ternyata buat ngejaga tanamannya biar ga kocar kacir kena badai.

Fukushima Lagoon
20151231_085057000_iOS
Dari hakusan park, kita menuju hakusan station untuk naik kereta ke yokosaka station. Keretanya kecil, cuma dua gerbong, tapi interiornya keren banget dan masih baru sepertinya. Ada wc di salah satu gerbong yang lumayan canggih dan sangat bersih. Jadwal kereta disini tidak sesering di tokyo, jadi pastikan rencanakan perjalanan dengan baik. Sampai di yokosaka station, kami berjalan kaki ke fukushima lagoon. Menurut google hanya 30 menit, tapi kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam (karna mampir2 jajan dulu, ke toilet, dan sebagainya..haha).

Fukushima lagoon adalah…baca sendiri disini..😛 . Tempatnya bagus banget, berasa “surreal” seriusan, sampe bikin mewek. Worthy banget untuk dikunjungi, meskipun kaki jadi lumayan kapalan buat jalan kesana…hahaha. Kalo mau gampang, sebenernya bisa naik taksi dari yokosaka station dengan tarif sekitar 1500 yen.

Lake Hyoko
Dari Fukushima Lagoon kami menuju Lake Hyoko, danau romantis yang banyak angsa nya. Karena kaki udah super kapalan, akhirnya kami memutuskan naik taksi aja dari Fukushima Lagoon. Karena gatau nomer telpon taksi dan ga ngeliat ada taksi random lewat, kami minta tolong sama petugas museum disitu, dan sama dia ditelponin taksi nya, sama dikasih tau kira2 tarifnya. Daripada balik ke yokosaka station, kami minta anter ke tsukioka station aja dengan tarif sekitar 2000yen, karena lebih deket ke Lake Hyoko nya. Tapi oh tapi, pas sampe tsukioka station, keretanya baru ada 2 jam lagi dong. Untungnya bapak supir taksinya baik banget, dan nawarin kami buat naik taksi aja langsung sampe lake hyoko dengan biaya total sama yang tadi 4000yen. Berhubung kami berempat (pas banget!) dan setelah diitung-itung kenanya beda2 tipis aja dengan naik kereta (belum lagi kita harus tambah jalan 20 menitan lagi), akhirnya kami sepakat lanjut menaksi aja.

Ternyata oh ternyata, saat argo udah nunjukin 4000yen, kami masih belum sampe. Pak supir dengan heroiknya matiin argo taksinya, yang ngebuat kami semua langsung mewek untuk kedua kalinya😯 . Iya bapaknya baik banget, sepanjang perjalanan dia selalu berusaha ngajak kita ngobrol dan ngejelasin ini itu yang dilewatin, sayangnya cuma ketangkep sebagian sih mengingat diantara kami nihonggonya ga ada yang bener. Singkat cerita, sampailah kami di Lake hyoko, dan berterimakasih sebesar2nya sama bapak supir.

20151230_142140000_iOS

Awalnya, saya kira hanya belasan atau mentok-mentok puluhan bebek angsa yang ada disini, tapi ternyata RIBUAN dong! Gilakk ini tempat super keren banget, kami semua langsung speechless sampe sana dan langsung jadi mewek untuk ketiga kalinya. Bebeknya beraneka ragam dan bersih-bersih karna mainnya di danau jernih, ga di lumpur. Ada ratusan angsa putih yang super romantis juga disana..huaa keren banget lah pokoknya. Kita bisa beli makanan 100yen dan ngasihin ke mereka. Super beruntungnya lagi, ada guide penjaga sana yang ngedatengin kami buat ngejelasin tentang bebek angsa ini, free of charge! Bahasa jepang sih, cuma ngeliat mukanya yang antusias ngejelasin aja udah lebih dari cukup untuk ngebuat kami mewek untuk keempat kalinya.😳

Puas liat bebek, kami beranjak ke bus stop untuk balik ke niigata station. Sebelumnya kami mampir dulu ke gedung deket sana, nyari space buat sholat. Kebetulan karna ada orang yang jualan disana, kami minta ijin mau pake tempat di pojokan sepi di sudut gedung buat sholat. Eeeh, sama dia malah disuruh masuk ke restoran, dan mempersilakan kami pake tempat di dalem restoran aja, karna kebetulan lagi jam istirahat. Huwaaa baik bangeeet, dan jadilah kami mewek lagi untuk ke entah berapa kalinya.😥

Menginap di Internet cafe part 2
Tadinya kami pengen ke pantai liat sunset, tapi apadaya hujan plus angin kenceng banget ga akan bisa liat apa-apa juga di pantainya. Akhirnya kami memutuskan buat cari makan dan jalan-jalan sekitaran stasiun aja. Katanya juga ada illumination disini, jadi habis makan kami sempetin cari cari, tapi ternyata, yaa begitu lah ya. Sekedar pohon sepanjang jalan yang dikasih lampu-lampu kecil.

Karena diluar dingin banget, kami pun masuk ke mall, liat ini itu. Tapi mah mall tetaplah mall, jadilah kami (saya tepatnya) cepet bosen. Akhirnya kami memilih untuk kembali ke internet cafe aja lagi, daripada cape ga jelas di luar, padahal besok rencananya mulai trip pagi2 buta sebelum subuh.

20151230_143954000_iOS
Kami pun mencoba memesan “family room” yang ada di internet cafe itu. Tidak ada tambahan biaya, tapi minimal 2 orang di satu ruangan. Akhirnya yang laki laki di family room, sementara yang perempuan tetap di private room yang lesehan. Family room ini gede banget, mungkin sekitar 3×4 meter, bisa puas guling2. TV nya juga lebih besar dan ada ac-heater yang suhunya bisa kita set sendiri. Sayangnya lantainya hanya karpet, tidak seempuk di private room. Tapi gapapa, kami jadi bisa kumpul2 ribut dulu disini, makan bareng (makanan yang dijual di internet cafenya murah banget!), dan sholat berjamaah.

Rangkuman perjalanan hari kedua:
h2

6 thoughts on “Trip Barat Laut – Part 2 : Niigata

  1. Pingback: Trip Barat Laut – Part 1 : Karuizawa | an afterthought

  2. Pingback: Trip Barat Laut – Part 3 : Niigata – Minakami – Takasaki | an afterthought

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s