Trip Barat Laut – Part 3 : Niigata – Minakami – Takasaki

Tulisan ini merupakan bagian ketiga dari sekuel trip barat laut. Untuk episode lainnya : Part 1, Part 2

Hari ini adalah hari terakhir perjalanan kami, tapi sebelum pulang, kami berencana mampir sana sini dulu. Karena itu, kami pun “check out” dari “hotel” tercinta pagi pagi buta, jam 4.30. Rencananya mau subuhan di Masjid Anur, salah satu masjid yang ada di niigata.


Masjid Anur dan Niigata University
Demi mengejar subuhan di masjid ini, kami memburu kereta pertama di niigata station, jam 5 pagi. Saya berusaha mencari-cari jadwal shalat di masjid ini, tapi ga ketemu, akhirnya yaudah deh, datang secepatnya saja. Subuh hari itu kalau tidak salah sekitar pukul 5.45, seharusnya masih terkejar. Saat kami berangkat, salju-salju kecil mulai turun di niigata.
Dengan plan yang udah (merasa) perfect, kami duduk manis di kereta, menunggu kereta berangkat. Tapi anehnya, sampai 5.10 kereta belum juga berangkat. Saya pun mengecek keluar memastikan kereta yang kita naiki benar, dan kayaknya benar2 aja. 7 menit kemudian, kereta baru berangkat, dan jeng jeeeenggg, ternyata salah arah. Oemji. Kami pun segera turun di stasiun berikutnya, kembali lagi ke niigata eki, dan berhasil mengejar kereta berikutnya (sebelum jam 6). Sudah harap-harap cemas bisa dapet subuhnya atau ngga, kami juga udah siap2 ambil wudhu semua, just in case ga kekejar sampe masjid keburu subuhnya abis, kami bisa sholat dimana aja. Tapi saat sampai di masjid, waktu subuh masih ada. Meskipun tidak dapat jamaahnya, setidaknya kami berharap masih bisa shalat di masjid.

Tapi, jeng jeeeeeng, masjidnya dikunci dong😥 . Kami coba ketok ketok, cari pintu belakang, ngebel ngebel, dada-dada ke cctv ga ada yang respon. Nyari nomor kontak masjid di internet juga ngga nemu.. hiks sedih banget. Akhirnya kami shalat subuh di luar, di samping masjidnya aja.

20151230_212509000_iOS
Habis shalat di masjid, kami beranjak ke Niigata university, jalan kaki dari masjid sekitar 10 menitan. Di jalan sempet mampir dulu ke seven eleven buat beli sarapan dan menghangatkan diri (diluar dingin banget). Sampai kampus, ga ada siapa siapa..haha (yaiyalah, hari minggu, lagi musim libur lagi). Jadi kami cuma jalan-jalan dikit aja di area kampus, kampusnya luas banget. Jam 8 kurang, kami kembali ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan.

Minakami
Awalnya minakami ga ada di itinerary kami, cuma berhubung sepanjang perjalanan ngeliatin daerah bersalju kok kayaknya keren banget, akhirnya kami memutuskan untuk turun disini, sekaligus buat beli oleh-oleh dan makan siang.

20160103_051115000_iOS
Kami makan siang di restoran seberang stasiun. Yang jualan nenek-nenek yang semangat banget ngundang orang-orang buat makan di restorannya. Ga heran, restoran nenek-nenek ini yang paling rame diantara restoran lain, padahal menunya ga banyak2 banget, cuma ada udon, soba, sama tempura.
Sambil menunggu makanan datang, saya minta izin buat make space kecil di jalan menuju toilet buat shalat, tapi sama neneknya malah dikasih ruang restoran yang lain yang lagi ga dipake (tempat lesehan)..huhuhu, emang nenek-nenek selalu baik deh😳
Pas kami beres makan, nenek-neneknya juga ngasih saputangan kecil buat kami masing-masing *terharu*

Masjid Isesaki
20151230_214237000_iOS
Berhubung tadi “gagal” subuhan di masjid, kami makin semangat untuk mensukseskan itinerari masjid berikutnya : Masjid Isesaki. Masjid ini adalah salah satu masjid yang cukup besar di daerah gunma, dan jaraknya sangat dekat dengan stasiun isesaki. Itung-itungan kasar saya, masjid ini bisa menampung sekitar 300 jamaah laki laki (yang perempuannya kurang tau), ukuran yang cukup besar untuk sebuah masjid di jepang.

Takasaki
20151230_214532000_iOS
Awalnya, kami berencana ke kuil daruma atau Byakui Dai-Kannon di takasaki. Tapi berhubung kami hanya punya sisa waktu 3 jam, dan pengen makan juga, jadilah kami harus menyerah dengan rencana itu. Kami pun mendatangi Tourist information center tepat didepan gate keluar stasiun takasaki, dan meminta saran petugas disana. Ternyata mereka sangat informatif dan bisa berbahasa inggris dengan sangat lancar (yaiyalah). Mereka menyarankan kami untuk pergi ke city hall dan melihat suasana kota dari observatorium deck nya (gratis..hehe), dan mengunjungi castle di dekat city hall itu. Kami pun mengikuti sarannya, lumayan, wisata gratisan dengan waktu terbatas.

Perjalanan pulang
Pukul 8.30 akhirnya kami sudahi jalan-jalan dan makan-makannya, dan naik kereta lagi kembali ke tokyo.
Rangkuman perjalanan hari terakhir:
h3

20151230_215004000_iOS
Pengen bikin part 4, tapi nanti-nanti deh..hehe

6 thoughts on “Trip Barat Laut – Part 3 : Niigata – Minakami – Takasaki

  1. Pingback: Trip Barat Laut – Part 2 : Niigata | an afterthought

  2. Pingback: Trip Barat Laut – Part 1 : Karuizawa | an afterthought

  3. kereen… iya masjid di Jepang biasanya hanya di buka pas jadwal sholat jamaah aja, kecuali kalau ada acara khusus. ga kayak di indonesia yg buka 24 jam ya. ^^
    btw, salam kenal dari aichi. ^^

    • salam kenal juga dari tokyo (coret), mba.. blog nya keren euy😀

      Iya, kemaren kurang teliti sebelum kesana, modal nekat dan semangat aja menerobos salju, eh ternyata malah tutup..haha *miris*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s