Membuka Tabungan di Jepang

Jumpa lagi~~
Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya membuka tabungan di bank jepang. Total sekarang saya sudah punya 4 rekening tabungan di bank berbeda (udah kayak banyak duit aje..hahaha).

Dua rekening pertama, yaitu JP Post dan SMBC, dibuka seketika saya sampai di Jepang karena wajib punya buat nerima beasiswa dan ngebayar dormitory. Untuk pembukaan dua rekening ini, bisa dibilang keterlibatan saya sangat rendah karena dibantu sama pihak kampus dan teman yang jago bahasa jepang, sampai-sampai saya sendiri tidak tahu apa yang saya lakukan.๐Ÿ˜†

Rekening ketiga, Bank Mizuho, saya buka di tahun 2014. Motivasinya cuma pengen latihan bahasa Jepang, hahaha. Dan juga nyobain inkan/hanko (cap nama sebagai pengganti tanda tangan) yang baru saya buat.
Oiya, inkan ini bisa dibuat di koperasi universitas (coop) dengan biaya sekitar 2000yen dan teregistrasi. Kalau mau lebih murah bisa pesan online di rakuten. Kalau mau lebih murah lagi, bisa bikin sendiri di mesin pembuat inkan seharga 500yen, dulu saya membuatnya disini.
Memang ini kayaknya tidak teregistrasi, tapi pernah denger bisa kita registrasiin di ward office (walaupun sampai sekarang masih belum saya lakukan..heuheu..)

Rekening keempat, MUFG atau Tokyo-Mitsubishi UFJ, saya buka baru-baru ini. Alasannya, suatu ketika kebetulan ngelewatin bank nya, dan inget deket rumah ada atm bank ini, jadi secara impulsif saya coba deh buka tabungannya..haha

Oiya status saya adalah mahasiswa dengan masa studi beberapa tahun dan dengan kemampuan bahasa jepang yang masuk kategori poor kali ya (tapi ga nol nol banget). Lebih banyak ga ngertinya kalo dengerin orang ngomong dan hanya bisa merespon dengan sepatah dua patah kata (literally sepatah dua patah, kayak “haik onegaishimasu” ato “haik wakarimashita” (padahal sebenernya ga ngerti..wkwkwk).
2016-03-30 (2)
Membuka rekening bank

Berdasarkan pengalaman ngebuka tabungan Mizuho dan MUFG yang saya lakukan sendiri, keduanya kurang lebih sama.
Pertama-tama masuk ke bank, dan kita akan disapa oleh mbak-mbak yang berjaga di tempat pengambilan nomor antrian. Disini kita biasanya harus menjelaskan mau ngapain untuk diambilkan nomor antrian ke counter yang sesuai. Yang penting, jangan panik..hehe

1. Awali dengan (bismillah lalu) bilang, “Eigo ii desuka?”
Artinya “bahasa inggris gapapa?”. Ini sebenarnya pertanyaan basa-basi saja dan jangan terlalu berharap mereka bakal mengiyakan, karena sebagian besar bank (sepengalaman saya) ga nyediain staff yang bisa bahasa inggris. Kalo ada, ya bagus sih, problem solved.
Tapi kalo ngga, kalimat ini berfungsi sebagai penegasan kalo bahasa jepang kita ga gitu bagus, jadi mereka nantinya bakal ngomong lambat-lambat dengan kosakata yang mudah, gesture yang lebih banyak dan dicampur2 bahasa inggris sebisanya..haha. Pertanyaan ini biasa akan dijawab dengan penolakan berupa kalimat panjang yang berujung nanya kita ngerti bahasa jepang (nihongo) ato ngga. Dan jawablah “sukoshi wakarimasu” yang artinya “ngerti dikit-dikit”.

2. Setelah itu bilang “ryoukin kouza wo tsukuritain desugaa…”, artinya “pengen bikin tabungan…”
Kalo nanti menangkap ada kata “hajimete” disebut mbak nya, bilang aja “haik hajimete desu”, artinya mungkin kurang lebih nanya kita ini pertama kali kesini ngga.

3. Selanjutnya mbaknya bakal ngecek kelengkapan kita buat buka tabungan, yang intinya cuma dua : Resident card (zairyuu kaado) dan inkan (atau hanko). Ketika mendengar kata-kata ini, segera tunjukkan resident card dan inkan kita.

4. Setelah itu, mbaknya akan membimbing kita untuk mengisi formulir. Kadang ada petunjuk pengisian yang bahasa inggris, jadi kita tinggal ikutin. Kalaupun ngga, biasanya juga pengisian standar seperti nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, dsb. Ada baiknya biasakan diri dengan kanji2 standar yang ada di formulir semacam ini. Kalo untuk ngisinya, boleh pake romanji kok.

5. Beres ngisi, mbaknya bakal ngecek lagi isian kita, kalau sudah oke, kita akan diberikan nomor antrian dan dipersilakan duduk.

6. Tunggu sampai nomor kita dipanggil. Kalau punya “gangguan pendengaran”, patengin aja nomor di counter yang petugasnya berdiri (menandakan siap menerima costumer). Kalo itu nomer kita, datanglah kesana.

7. Saat di counter, lagi-lagi awali dengan (bismillah lalu) mengatakan “Eigo ii desuka?”. Ketika mbaknya menolak pun, kita akan mendapatkan keuntungan seperti yang saya sebutkan tadi.

8. Pertanyaan yang muncul biasanya, (maaf saya gatau bahasa jepangnya, tapi insya Allah bisa ketangkep kok dari intonasi dan gesturenya..hahaha)
“buka tabungan apa?”, jawab “futsuu ryoukin kouza” (tabungan standar)
“kenapa buka tabungan ini?”, kalo ini saya jawabnya karena di deket rumah ada atmnya: “uchi no chikaku ni ATM ga arimasu”
beberapa pertanyaan basa basi, kayak asal darimana, sekolah dimana. Kalo udah pernah ambil kelas/kursus bahasa jepang level beginer, insya Allah bisa kejawab lah ini..hehe

9. Ditawarin fitur-fitur kayak internet banking, phone banking, debit card, dsb. Kata kunci ketika ditawarin ini adalah tanya “Muryou desuka?” (gratis ga). Kalo dijawab “muryou desu” tanpa berbelit-belit, maka iya in aja. Tapi kalo jawabannya panjang dan berbelit-belit (berarti ada term and conditionnya), kalo kira2 ga perlu ato ga paham bilang aja “daijoubu” ato “iie iranai desu” sambil geleng-geleng.

10. Biasanya mbaknya akan minta kita buat isi formulir lagi, masukin nomor pin, minta izin fotokopi resident card kita, dan minta izin make inkan kita di formulirnya.

11. Selesai. Buku tabungan langsung dikasihin, sementara kartu ATM nanti dikirimin via pos seminggu kemudian.

Hehe, gampang kan ya. Sejauh ini alhamdulillah 2 tabungan ini saya lancar-lancar saja, berikut dengan fitur internet bankingnya, dan belum pernah kena potongan apa-apa.

Debit Card
Khusus untuk MUFG, ketika membuka tabungan, saya ditawari debit card juga. Debit cardnya terkoneksi jaringan visa sehingga bisa digunakan layaknya credit card. Setelah memastikan kalau ini gratis, saya pun mengiyakan. Dan jadilah sekarang saya punya debit card MUFG. Sudah pernah saya coba pakai untuk belanja amazon, dan alhamdulillah bisa dipakai. Tabungan seketika berkurang setelah transaksi (namanya juga debit..haha). Somehow saya merasa lebih menyukai sistem ini dibandingkan kartu kredit.

Credit card
Tahun 2014 saya juga membuat kartu kredit, karena kebutuhan untuk membeli tiket pesawat. Karena dengar-dengar kartu kredit SMBC tidak ada biaya apa-apa selama masih student, maka saya pun membuat kartu kredit SMBC (sebelumnya saya sudah punya tabungan SMBC) berdua dengan teman saya yang sama-sama tidak bisa berbahasa jepang. Ketika itu untungnya kami ketemu staff yang bisa berbahasa inggris, jadi sangat terbantu sekali. Lokasi di SMBC aobadai. Aplikasi kartu kredit saya diterima, tapi entah kenapa yang teman saya ditolak..haha
Kartu kredit ini sangat jarang saya pakai. Hanya kalau terpaksa saja, seperti beli tiket pesawat, pembayaran yang ga bisa dilakukan dengan cara lain, atau tragedi di kasir tapi ternyata ga punya uang di dompet..haha

Notes
1. Karena keterbatasan bahasa jepang saya, jadi mungkin nangkepnya memang cuma sepotong sepotong (mangga dikoreksi kalo ada salah). Tapi percayalah, ada kepuasan tersendiri ketika berjuang sendiri di tengah keterbatasan gitu (tsaaah)..

2. Ngapain punya banyak2 rekening? well, saya juga gatau sih. Tapi semua pembukaan rekening yg saya lakukan rasanya beralasan (walopun cuma buat ngetes bahasa jepang..wkwk). Sekarang enaknya sih saya jadi bisa bagi2 tabungan, jadi bank ini buat tabungan ini, bank itu buat tabungan itu dsb. Belum kerasa ada keribetan berarti. Mungkin nanti kalo pindah alamat kali ya, jadi harus ngurus di semua bank nya ~_~.

3. Selama ini saya belum pernah kena potongan biaya administrasi bank. Biasanya kan kalo di indo tiap bulan ada. Gatau emang beneran ga ada ato karna tabungan saya ga seberapa jadi bank nya gatega mau motong..wkwkwk.

4. Kalo bunga bank, kayaknya ada sih, tapi ga teratur tiap bulan dan jumlahnya kecil banget. Katanya sih sebenernya bisa kita request biar ga dapet bunga, cuma saya ga ngerti gimana caranya (ngebuka tabungan standar aja empot2an..haha). Jangan lupa banyak2 sedekah aja to omoimasu.

9 thoughts on “Membuka Tabungan di Jepang

  1. Wew, demi ngetes bahasa Jepang sampai bikin rekening 4 macam.๐Ÿ˜€

    Menarik infonya Ad. Enak juga di Jepang debitnya bisa dipakai belanja online. Di Indonesia harus pake kartu kredit nih. Nggak ada biaya admin perbulannya pula.

    • Haha…๐Ÿ˜›

      Iya dit, dan berasa lebih tenang pake kartu debit daripada kredit, soalnya duitnya beneran ada. Cuma buat beli tiket pesawat (kayak airasia) ttp masih baru bisa pake kartu kredit kayaknya..heuheu

  2. ME NEED CREDIT CARD MY NAME RDMEGARINZULFIKARMARKOS BIRTH 24061976 DKI JAKARTA INDONESIA ADDRESS JL KAYUMANIS 5E LAMA NO.1A RT 002 RW 003 PISANGAN BARU KECAMATAN MATRAMAN JAKARTA TIMUR 13110 CELL PHONE +621081284824209 NIL 3175012406760010 NPWP757961560001000 PLEASE BE KIND WITH ISA YEHUWA BLOOD IN TIME HERUNUKA EFORTU MOBIAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s