Sepertiga Malam


Semenjak tinggal di Jepang, saya sering mendapat pertanyaan “disana puasanya berapa lama?”, “subuhnya jam berapa, magribnya jam berapa?”, atau semisalnya. Memang kalau dibanding dengan Indonesia, durasi puasa disini sekitar 3 jam lebih lama, karena kebetulan bertepatan dengan musim panas, jadi siangnya lebih panjang.

Lebih capek? Mungkin harusnya iya sih, tapi ga terlalu kerasa juga. Mungkin karna sebagian besar beda durasinya ada di awal, subuhnya sekitar 2.30 dan biasanya habis subuh tidur lagi (wkwk), jadi beda durasinya abis kepake tidur..haha. Sedangkan waktu buka, bedanya ga sampe 1 jam dengan biasanya di indonesia (magrib sekitar jam 19.00). Dan juga mungkin karena ngelakuinnya lillahi ta’ala..yoih berat..*aamiin*

Tapi tetep aja hal ini mendulang banyak simpati dari keluarga dan teman2 saya.. :3

Siang yg lebih panjang, berarti malam yg lebih pendek. Nah, hal ini kayaknya jarang diangkat nih. Kalo malam dihitung dari isya sampe subuh, berarti “malam” di jepang cuma sekitar 6jam saja (pendapat lain ada yg bilang dari magrib-subuh, cuma rasanya saya lebih sreg dengan isya-subuh). Artinya, 2jam aja itu udah 1/3 malam lho! *yudonsei*

Jadi kalo dihitung2, dengan isya-tarawih-witir (1jam) + 1jam lagi tilawah-wirid-zikir, disini kita udah bisa menghidupkan 1/3 malam! 

*sekeliwet pikiran hari ini*

Tapi sebenernya ibadah mah bukan perkara hitung2an, cuma maksud saya pengen menunjukkan dan memotivasi, (ke diri sendiri terutama nih… ad, ad!) kalo its not that impossible.

Yosh, mari semangat.. Apalagi sekarang udah masuk 10 malam terakhir ramadhan.. がんばりましょう!

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

One thought on “Sepertiga Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s