Winter Lab Trip – Bagian 4 : Hida

覚えて。。。ない?

覚えて。。。ない?

Sambungan dari tulisan sebelumnya : Bagian 1.
*berhubung bagian 2 dan 3 nya masih kurang material (halah), jadi bagian 4 release duluan 😛, dan kebetulan lumayan closely-related sama bagian 1..wkwk

-previous story-
Hari kedua, setelah ke shirakawa-go, kami menuju ke Hida-furukawa. Dan mulai titik ini, playlist lagu di mobil pun berubah menjadi lagu-lagunya radwimps 😆

Seiring bergantinya playlist lagu di mobil, semangat pun berubah 😆 . Memori Kimi no na wa satu-persatu mulai bangkit kembali. Salah seorang teman saya malah sangat hapal detail scene dan dialog di film itu, jadi pas dengerin lagunya seringkali dia nyeletuk dialog-dialog yang terjadi waktu lagu itu diputar di film nya..haha *freak*

-Perjuangan mencari bensin-
Sampai di hida furukawa, bensin mobil kami nyaris habis. Dan entah kenapa hari itu semua pom bensin yang kami datangi tutup. Ada hari libur khusus sepertinya, entahlah. Kamipun berputar kesana-kemari mendatangi setiap pom bensin yang ditunjuki google map, dan sudah siap-siap kalopun pada akhirnya harus ngedorong mobil..haha. Untungnya ada satu pombensin, bermerek “Shell” yang buka, dan kami terselamatkan 🙂
Lokasi : https://goo.gl/maps/dV1wzDo3rLL2

Pombensin yang menyelamatkan kami dari ngedorong mobil. Foto dari https://www.google.co.jp/maps

Pombensin yang menyelamatkan kami dari ngedorong mobil. Foto dari googlemaps.

Takayama ramen
Lokasi : Lupa, dekat-dekat pom bensin

Selain Hida beef, signature dish dari area ini adalah Takayama ramen. Dan dua-duanya saya ga makan..haha. Saya memang sudah menyadari dari awal kalo jalan-jalan bukan waktunya fokus di makanan untuk saya. Terutama kalau sedang bareng teman-teman lokal atau internasional, dimana saya muslim satu-satunya. Saya juga ga perlu (dan gamau) menghalang-halangi mereka dari apa yang mereka mau coba. Jadi saya selalu siap sedia membawa bekal setiap saat.
Kali ini akhirnya mereka memutuskan ingin mencoba ramen. Saya pun sudah terpikir untuk memakan bekal saya. Tapi ternyata di warung ramennya, ada menu nasi dan tahu dingin+udang kering juga. Haha, yasudah akhirnya saya beli itu saja dan tidak jadi memakan bekal saya.
Belakangan ternyata ramen yang mereka makan bukanlah takayama ramen -___-. Super fail..haha.

Ramen yang mereka makan, yang ternyata bukan takayama ramen..haha

Ramen yang mereka makan, yang ternyata bukan takayama ramen..haha

Menu nasi tahu yang ternyata ada di warung ramen *gajadi makan bekal*

Menu nasi tahu yang ternyata ada di warung ramen *gajadi makan bekal*

Kimi no na wa Exhibition
Lokasi : https://goo.gl/maps/Au3fDCqHdGE2
Setelah perut kenyang, kami menuju ke Hida City Museum. Di museum ini, dibuka pameran kimi no na wa, dan hari kami berkunjung itu adalah hari terakhirnya (pas banget). Biaya masuknya 500 yen. Di dalam museum dipamerkan sketsa-sketsa awal film ini, transkrip dialognya, dan berbagai koleksi foto, video, lagu yang terkait dengan film ini. Sayangnya tidak boleh mengambil foto di dalam. Semuanya berbahasa jepang, tidak ada penjelasan bahasa inggris sama-sekali. Untungnya saya selalu bareng teman saya -yang merupakan fans berat filem ini-, jadi selalu mendapat bisikan-bisikan penjelasannya..haha 😆

必ず会いに行く

必ず会いに行く

Hida Furukawa Station
Lokasi : https://goo.gl/maps/ZNrDDrhDXAk
Stasiun ini letaknya tepat di sebelah museum. Stasiun yang menjadi sangat populer (lagi-lagi) karena film Kimi no na wa. Ini adalah stasiun ketika Taki dan dua temannya pergi untuk mencari Mitsuha. Tepat sekali saat kami kesana, ada satu kereta yang datang, walaupun di sisi yang berbeda dari yang di film.

Hida-furukawa Station

Hida-furukawa Station

img_3015

Taksi noriba

Di luar stasiun, ada spot ketika Taki bertanya ke supir taksi tentang kota yang dicarinya. Yahari mirip banget..haha

Kemudian masuk ke tempat pembelian tiket di stasiun. Kalau di film nya, ada boneka sapi hida besar di tempat ini, tapi di tempat aslinya ternyata hanya poster, bukan boneka..haha

Sepertinya saya berhasilmenularkan virus alay :P

Sepertinya saya berhasilmenularkan virus alay 😛

Keta Wakamiya Shrine
Lokasi : https://goo.gl/maps/tXYTQZx5fU62
Sebenarnya banyak perbedaan pendapat terkait Shrine yang digunakan Mitsuha dan Yotsuha ketika melakukan tarian tradisional dan membuat kuchi kamizake. Salah satu pendapat mengatakan bahwa shrine nya adalah yang ini.

-sedikit tragedi-
Berbekal petunjuk googlemaps, kami berangkat ke tempat ini menggunakan mobil. Sampai kami memasuki jalan yang kecil, menanjak, dan bersalju, hingga akhirnya mobil kami tidak bisa berjalan lagi! Panik, cemas. Roda mobil sudah ga bisa lagi menggenggam jalanan, slip. Untung masih bisa berhenti ketika di rem. Semua orang turun kecuali pengemudi. Kami semua sepakat untuk kembali saja. Tapi masalahnya, gimana caranya. Tidak ada siapa-siapa di jalan itu (yaiyalah siapa juga yg mau ngelewatin jalan bahaya kayak gitu). Teman saya berusaha untuk memutar mobil, tapi selalu gagal untuk menggerakkan mobil ke depan. Beberapa saat kemudian, datang 3 orang lokal. Katanya mereka melihat kami memasuki jalan bahaya itu jadi akhirnya ngebuntutin kami dengan berjalan kaki (baik banget >.<). Mungkin karena mereka melihat stiker pemula di mobil kami. Dengan bantuan mereka akhirnya mobil kami berhasil keluar dari jalan itu dengan dimundurkan pelan-pelan. Alhamdulillah, semua selamat. Salut sama teman saya yang mengemudikan mobil. Ga kebayang kalo saya yang bawa mobil, bisa2 udah panik berlebihan..haha

Dan ternyata Shrine yang kami tuju sebenarnya sudah di depan mata sebelum masuk jalan bahaya itu. Sepertinya google mengarahkan ke pintu masuk lain, dasar. Dengan masih menggigil ketakutan karena kejadian tadi (lebay..haha), kami pun berjalan pelan menuju Shrine.

もうこんな町いややー!こんな人生いややー!来世は東京のイケメン男子にしてくださーい!

mo

Saat kami pergi meninggalkan shrine ini, tepat saat matahari hampir terbenam. Pemandangannya baguus banget.

Shrine saat sunset

Shrine saat sunset

Hida City Library
Lokasi : https://goo.gl/maps/U9zitLX5o832
Dari shrine kami beranjak menuju perpustakaan. Perpustakaan ini adalah tempat Taki mencari informasi tentang apa yang terjadi dengan Itomori machi. Sayangnya ketika kami kesana, perpustakaannya tutup, jadi hanya bisa melihat dari luar saja.

img_3059

Hida City Library

Perpustakaan ini merupakan spot terakhir yang kami kunjungi dalam rangkaian tour Kimi no na wa.. 😆
Sebenarnya kami tidak mengunjungi semua spot film ini yang ada di Hida. Kami hanya memilih yang dekat dari stasiun saja, sementara yang lainnya dilewat. Untuk lengkapnya, bisa lihat di postingan ini.

Winter Lab Trip – Bagian 1 : Danau Suwa a.k.a. “Itomori”

img_2634-pano-1

お前はあの時、俺に、会いに来たんだ

Setelah menjadi wacana lebih dari dua bulan, akhirnya winter lab trip ini terlaksana juga. Kali ini saya pergi bersama 7 orang teman lab saya selama 3 hari 2 malam. Tujuan utamanya adalah Hida-takayama.
Wacana trip ke hida-takayama ini bermula sesaat setelah trip kami sebelumnya, Minakami. Alasannya : Kimi no na wa! Hahaha 😆
Tapi ga cuma itu sih. Ada (dekat) shirakawa-go juga, objek wisata yang terkenal banget di Jepang dan masuk salah satu UNESCO World Heritage.

-sedikit drama-
Awalnya kami merencanakan trip ini untuk akhir desember-awal januari, saat libur musim dingin, lumayan kan ada libur resmi sekitar satu minggu. Sayangnya ada dua orang yang punya agenda liburan lain, akhirnya tertunda dan digantikan dengan acara membuat gyoza bersama 😆

Wacana pun berlanjut menjadi pertengahan januari. Tempat penginapan dipesan, mobil rental juga sudah dipesan. Tapi tiba-tiba satu orang ada agenda mendadak, dan kalau dia tidak ikut, satu orang lagi juga ga mau ikut, karena gamau jadi perempuan sendirian. Akhirnya trip pun ditunda lagi. Untung semua reservasi bisa dibatalkan tanpa biaya.

Dengan segala drama yang terjadi, alhamdulillah, akhirnya pertengahan februari, trip ini berhasil juga dieksekusi. Sebenarnya waktunya agak maksa sih, mengingat saya baru pulang dari hokkaido dua hari sebelumnya, begitu pula dengan dua orang lagi yang baru pulang dari kyoto sehari sebelumnya. Dan satu orang lagi akan liburan ke negaranya sehari setelah trip ini. Bisa-bisa kami kena sindrom kebanyakan jalan-jalan dan gamau riset lagi hahaha *bukannya udah dari dulu* 😆

Tapi demi tidak melulu wacana, ya, sekaranglah saatnya.

Continue reading

会いに行く

お前が世界のどこにいても、必ずもう一度会いに行くって。。。

Setelah sempat tertunda 2 bulan, akhirnya jadi juga kesini.

*toriaezu posting dulu, biar inget buat nulisin detailnya nanti..hehe

何とかなります!

 

screenshot-2017-01-26-19-54-34

神様は それを乗り越えられると思った人に試練を与えるんだ
kami sama wa sore wo norikoerareru to omotta hito ni shiren wo ataerunda

Tumben-tumbenan nemu quote yang “lurus” di dorama jepang..hehe
Judulnya “Orange Days”. Dorama tua sih, tahun 2004. Awalnya pas direkomendasiin temen, saya juga ga gitu tertarik untuk nonton ini. Cuma berhubung lagi ga ada tontonan, akhirnya nyobain, dan ternyata mayan juga..

Ceritanya tentang persahabatan 5 orang yang udah mau lulus kuliah. Salah satunya (tokoh utamanya), tuna rungu-wicara, padahal doi dulunya pemain biola yang berbakat banget. Aktingnya lumayan natural dan ga lebay. Salut juga sama usaha mereka yang jadi pada kudu belajar bahasa isyarat karena banyak dipake di filemnya (saya yang nonton kadang-kadang malah jadi niru2in..wkwk). Plot ceritanya juga pas, ga terlalu buru-buru dan ga terlalu lambat (jadi inget sebelumnya sempet nyoba nonton drama korea, dan entah kenapa berasa lambaaatttt banget, dan akhirnya saya nyerah gamau lanjutin..haha).

*sejak kapan jadi bahas dorama di blog
**apa blog ini saya isi dengan review dorama aja ya 😆

Tadinya ga ada niat posting dorama disini sih, cuma pas nemu quotenya, kok jadi pengen ngepost ya 😛

*udah gitu aja..wkwk

Review singkat(?) All Nippon Airways (ANA)

Selamat datang kembali di sekuel review pesawat :))
*demi popularitas blog..wkwk 😆

Alhamdulillah saya dapet kesempatan pergi ke US akhir tahun ini (mumpung presidennya officially belum ganti, haha).
Terkait urusan akademis dan pergi sendiri, makanya jadi gabut dan sempet nulis2 gini.. 😛

Waktu itu ditawarin, tiketnya mau cari sendiri apa dicariin. Dan berhubung professor saya nyaranin nyari sendiri aja biar bisa pilih waktu yg enakan, yawis dengan senang hati. Apalagi merencanakan perjalanan juga kan salah satu hobi saya 🙂

Berhubung “relatif” ga ada batasan budget, akhirnya saya pilih aja yg paling nyaman waktu berangkat, transit, dan waktu nyampe nya.
Padahal kalo nyari tiket buat liburan sendiri mah, bakal saya bela2in tidur di bandara ato transit belasan jam biar dapet harga murah..wkwkwk *dasar*
Dan akhirnya jatuhlah pilihan ke ANA.

Disclaimer
Seperti biasa, saya ga ada kaitan apa2 sama maskapai manapun, jadi bukan promo dan bukan black campaign. Pure pengalaman dan pandangan subjektif. 🙂

Waktu : Desember 2016
Rute : Tokyo (Narita) – Houston dan Chicago (O’Hare) – Tokyo (Haneda)
Continue reading